jakat jakat jakat
Page 1 of 1•
jakat jakat jakat
ya awoh... cuma gara-gara 30.000/orang ampe merenggut 21 nyawa. di pasuruan baru-baru ini kejadiannya. menyayat hati. itu lah fungsi adanya amil jakat. biar para jurangan, kolongmerat, saodarga kaya raya bisa enak bayar jakat dan ga ada kejadian yang ga di inginkan terjadi. kaya di pasuruan ntuh. mudah-mudaha kejadian serupa ga ada lagi taon depan. amin..
untuk kawan-kawan yang merasa mampu dan ingin membayarkan jakatnya, untuk menghindari hal serupa di atas, mending kirim aja ke rumah saiah.
selamadh berjakat..
untuk kawan-kawan yang merasa mampu dan ingin membayarkan jakatnya, untuk menghindari hal serupa di atas, mending kirim aja ke rumah saiah.
Re: jakat jakat jakat
Kasus Pasuruan Jadi Pelajaran
Polisi Pantau Setiap Penyaluran Zakat Secara Individu
TRAGIDI maut yang merenggut 21 nyawa dalam pembangian zakat di Pasuruan, Jawa Timur patut dijadikan pelajaran. Kasus yang mencoreng wajah Indonesia di mata dunia jangan sampai terulang kembali di tanah air.
Peristiwa di Pasuruan diduga karena kurangnya antisipasi panitia penyelenggara zakat. Akibatnya sangat fatal, 21 orang yang antre untuk mendapatkan zakat tewas terinjak-injak.
Banyak pihak termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden JK menyesalkan peristiwa yang kini menjadi pembicaraan hangat semua pihak. Bahkan kasus tersebut ikut dikaitkan dengan kondisi ekonomi.
Seharusnya pihak penyelenggara zakat bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk akan terjadi dalam pelaksanaan seperti itu. Karena pola pembagian secara langsung, banyak warga dipastikan akan berebut untuk mendapatkan zakat karena takut tidak kebagian.
Memang banyak orang melontarkan kata-kata, hanya masalah uang Rp30 ribu harus berakhir dengan 21 nyawa melayang sia-sia. Tapi banyak orang juga tidak sadar, kalau uang Rp30 ribu itu sangat berharga bagi para korban sehingga mereka harus mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan uang itu.
Tragedi memilukan yang terjadi di Pasuruan harus dijadikan contoh ke depan bagi semua pihak. Jangan sampai kasus yang sama akan terjadi lagi di daerah lain.
Sungguh tragis, bagaimana seorang ibu harus mengakhiri hidupnya demi mendapatkan uang zakat Rp30 ribu. Niat pemberi zakat memang mulia, tapi sikap mereka yang mengabaikan keamanan juga patut dicela.
Pihak Polda Metro Jaya tidak mau kasus Pasuruan terjadi di Jakarta. Karenanya melalui Kabid Humas Kombes Pol Zulkarnain menghimbau kepada setiap panitia pembagian zakat agar melapor kedapa polisi setempat jika hendak melakukan pembagian zakat yang melibatkan ribuan orang.
Himbauan itu disampaikan Zulkarnain terkait tragedi Pasuruan beberapa hari lalu. Pihak kepolisian akan menyiapkan tim khusus untuk memantau pembagian zakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Sistem kupon
Diakui Kabid Humas Polda Metro Jaya, warga yang hendak menyalurkan zakat secara individu adalah hak seseorang. Meski begitu pihaknya tetap meminta kepada panitia penyelenggara untuk meminta izin aparat kepolisian setiap ada kegiatan penyaluran zakat.
Langkah ini dilakukan guna mencegah terjadinya peristiwa yang merenggut 21 nyawa dan melukai sejumlah orang. Polisi akan menyiapkan tim khusus yang bertugas memantau pembagian zakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kehadiaran anggota polisi dalam pembagian zakat sangat diperlukan guna menjaga keamanan dan ketertiban. Pihak Polda Metro Jaya juga menyarankan jika ada warga yang bermaksud menyalurkan zakat secara individu sebaiknya panitia pembagian zakat menggunakan sistem kupon.
Langkah ini disarankan untuk mencegah terjadi penumpukan masyarakat yang bisa berakibat fatal karena desak-desakan. Warga yang hendak menyalurkan zakat sebaiknya disarankan diserahkan melalui lembaga resmi.
Dijelasakan Zulkarnain, Polda Metro Jaya akan mengerahkan tim disetiap polsek dan polres agar melakukan pemantauan kegiatan penyaluran zakat di wilayah masing-masing. Sebab, setiap ada massa berkumpul apa lagi terkait dengan pembagian baik uang maupun barang sangat rawan terjadi gangguan keamanan.
Dengan melibatkan polisi dalam penyaluran zakat secara individu diharapkan kasus Pasuruan tidak terulang lagi di wilayah lain. Keberadaan polisi di tengah-tengah kerumunan massa sangat berpengaruh. Bahkan jika ada orang yang hendak membuat keonaran dengan maksud tertentu dengan adanya polisi akan berpikir dua kali.
Kasus Pasuruan dinilai pihak panitia pembagian zakat sama sekali tidak melibatkan anggota polisi. Mereka mengatur sendiri pengamanan dan pola penyaluran zakat kepada ribuan warga sehingga berakhir dengan tragedi memilukan.(cr-7)
Sumber : http://www.hupelita.com/baca.php?id=56540
Polisi Pantau Setiap Penyaluran Zakat Secara Individu
TRAGIDI maut yang merenggut 21 nyawa dalam pembangian zakat di Pasuruan, Jawa Timur patut dijadikan pelajaran. Kasus yang mencoreng wajah Indonesia di mata dunia jangan sampai terulang kembali di tanah air.
Peristiwa di Pasuruan diduga karena kurangnya antisipasi panitia penyelenggara zakat. Akibatnya sangat fatal, 21 orang yang antre untuk mendapatkan zakat tewas terinjak-injak.
Banyak pihak termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden JK menyesalkan peristiwa yang kini menjadi pembicaraan hangat semua pihak. Bahkan kasus tersebut ikut dikaitkan dengan kondisi ekonomi.
Seharusnya pihak penyelenggara zakat bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk akan terjadi dalam pelaksanaan seperti itu. Karena pola pembagian secara langsung, banyak warga dipastikan akan berebut untuk mendapatkan zakat karena takut tidak kebagian.
Memang banyak orang melontarkan kata-kata, hanya masalah uang Rp30 ribu harus berakhir dengan 21 nyawa melayang sia-sia. Tapi banyak orang juga tidak sadar, kalau uang Rp30 ribu itu sangat berharga bagi para korban sehingga mereka harus mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan uang itu.
Tragedi memilukan yang terjadi di Pasuruan harus dijadikan contoh ke depan bagi semua pihak. Jangan sampai kasus yang sama akan terjadi lagi di daerah lain.
Sungguh tragis, bagaimana seorang ibu harus mengakhiri hidupnya demi mendapatkan uang zakat Rp30 ribu. Niat pemberi zakat memang mulia, tapi sikap mereka yang mengabaikan keamanan juga patut dicela.
Pihak Polda Metro Jaya tidak mau kasus Pasuruan terjadi di Jakarta. Karenanya melalui Kabid Humas Kombes Pol Zulkarnain menghimbau kepada setiap panitia pembagian zakat agar melapor kedapa polisi setempat jika hendak melakukan pembagian zakat yang melibatkan ribuan orang.
Himbauan itu disampaikan Zulkarnain terkait tragedi Pasuruan beberapa hari lalu. Pihak kepolisian akan menyiapkan tim khusus untuk memantau pembagian zakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Sistem kupon
Diakui Kabid Humas Polda Metro Jaya, warga yang hendak menyalurkan zakat secara individu adalah hak seseorang. Meski begitu pihaknya tetap meminta kepada panitia penyelenggara untuk meminta izin aparat kepolisian setiap ada kegiatan penyaluran zakat.
Langkah ini dilakukan guna mencegah terjadinya peristiwa yang merenggut 21 nyawa dan melukai sejumlah orang. Polisi akan menyiapkan tim khusus yang bertugas memantau pembagian zakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kehadiaran anggota polisi dalam pembagian zakat sangat diperlukan guna menjaga keamanan dan ketertiban. Pihak Polda Metro Jaya juga menyarankan jika ada warga yang bermaksud menyalurkan zakat secara individu sebaiknya panitia pembagian zakat menggunakan sistem kupon.
Langkah ini disarankan untuk mencegah terjadi penumpukan masyarakat yang bisa berakibat fatal karena desak-desakan. Warga yang hendak menyalurkan zakat sebaiknya disarankan diserahkan melalui lembaga resmi.
Dijelasakan Zulkarnain, Polda Metro Jaya akan mengerahkan tim disetiap polsek dan polres agar melakukan pemantauan kegiatan penyaluran zakat di wilayah masing-masing. Sebab, setiap ada massa berkumpul apa lagi terkait dengan pembagian baik uang maupun barang sangat rawan terjadi gangguan keamanan.
Dengan melibatkan polisi dalam penyaluran zakat secara individu diharapkan kasus Pasuruan tidak terulang lagi di wilayah lain. Keberadaan polisi di tengah-tengah kerumunan massa sangat berpengaruh. Bahkan jika ada orang yang hendak membuat keonaran dengan maksud tertentu dengan adanya polisi akan berpikir dua kali.
Kasus Pasuruan dinilai pihak panitia pembagian zakat sama sekali tidak melibatkan anggota polisi. Mereka mengatur sendiri pengamanan dan pola penyaluran zakat kepada ribuan warga sehingga berakhir dengan tragedi memilukan.(cr-7)
Sumber : http://www.hupelita.com/baca.php?id=56540
Sebuah kerikil yang bergerak dengan kecepatan meteor, lebih berbahaya daripada sebuah gunung yang malas.
Yang harus kita khawatirkan adalah rusa-rusa yang berperilaku seperti kura-kura
Cara terbaik untuk mulai adalah mulai
Yang harus kita khawatirkan adalah rusa-rusa yang berperilaku seperti kura-kura
Cara terbaik untuk mulai adalah mulai

Home





