Pengguna Ponsel Di Dunia Mencapai 3.3 Miliar

Post new topic   Reply to topic

View previous topic View next topic Go down

Pengguna Ponsel Di Dunia Mencapai 3.3 Miliar

Post by XMaGNuMX on Fri Jul 04, 2008 2:27 am

Ponsel bukan merupakan barang yang mewah lagi.
Tidak seperti dulu, hanya kalangan eksekutif dan ber-uang saja yang memilikinya.
Namun sekarang, anak SD-pun sudah mampu mengantongi satu ponsel bahkan lebih.
Terbukti, penetrasi penggunaan ponsel di seluruh dunia sudah mencapai 49%.
Angka itu disebutkan oleh Telecomunication Union berdasarkan laporan hingga akhir tahun 2007 lalu.
Dengan total 3.3 Miliar pengguna di seluruh dunia, disebutkan bahwa negara India dan Cina mengkontribusikan hampir 10% dari seluruh pengguna dunia.
India dengan 154 Juta pengguna dan Cina dengan 143 Juta pengguna.

Di Afrika, nyaris 90% dari pelanggan telekom di sana memilih menggunakan ponsel ketimbang menggunakan telepon Fixed-Line.
Dalam periode 2005-2007, peningkatan jumlah pelanggan seluler di Afrika mencapai 39% dan Asia sekitar 28%.
°·.˚•°« No System Is Safe' »°•˚.·°

XMaGNuMX
Kiddies
Kiddies

Gender:MaleCancerCat
Posts : 197
Joined : 18 Apr 2008
Age : 21
Location : Near You
Mig33 Username : xmagnumx

Back to top Go down

Re: Pengguna Ponsel Di Dunia Mencapai 3.3 Miliar

Post by konyol on Fri Jul 04, 2008 8:54 am

Sorry ini repost, cuman sekedar buat informasi aja, penilaian tergantung diri masing-masing:
"NDESO"
oleh : Ika S. Creech *)

Deso
(baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik,
shock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau
merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa
takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak
ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap
hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan
mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak
orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang
yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.

Lebih
dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap
langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa,
seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus
berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta
belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.

Semua
kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau bahkan
Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si Pemilik
perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. Ketika
beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah Indonesia
mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan
umum, sementara yang akan dijemput, pejabat Indonesia
naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.

Ketika
saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara ceremoni dari
jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri, saya
tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai Merk Holden baru yang
paling murah untuk ukuran Australia. Yang
menarik, para pengawalnya
tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan tamu-tamu,
kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.

Di
Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand. Dia
seorang warga Negara Malaysia keturunan cina, sudah selesai S3,
sekarang lagi mengikuti program Post Doc, Dia anak serorang pengusaha
yang kaya raya. Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi
pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.

Satu
bulan saya di jepang tidak melihat orang pakai hp communicator, mungkin
kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca Koran ternyata konsumen
terbesar hp communicator adalah Indonesia. Sempat berkenalan juga
dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata dia
anak seorang pejabat tinggi Negara, juga naik kereta. Yang tak kalah
serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang di pakai
masyarakat jepang ternyata tak bermerek, wah ini yang deso siapa yaa?

Sulit
membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di jepang atau di Australia,
baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau rumahnya. Kita
baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu pekerjaan dan
jabatanya di perusahaan. Jangan-jangan kalau orang jepang diajak ke
Pondok Indah bisa pingsan melihat rumah segitu gede dan mewahnya.
Rata-rata rumah disana memiliki tinggi plafon yang bisa dijambak dengan
tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun banyak yang lesehan.

Ketika
Indonesia sedang terpuruk, Hutang lagi numpuk, rakyat banyak yang mulai
ngamuk, Negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak tanah,
minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat dengan
medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing,
banyak ceremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst

Bangsa
ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan tidak ada
lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi WTS (di Malaysia
"Wanita Tak Senonoh") , angka kriminal rendah, korupsi berkurang, punya
posisi tawar terhadap kekuatan global. Maka orang Deso (alias norak)
tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa menjadikan krisis
sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah karena yang
menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai
adalah Negara normal atau
bahkan mengikut Negara maju. Bayangkan ada
daerah yang menganggarkan Sepak Bola 17 Milyar sementara anggaran
kesranya 100 juta, wiiieh!

Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari atas sampai bawah :
- Orang bisa antri Raskin sambil pegang hp
- Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok
- Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untuk beli tv dan kulkas
- Orang bule mabuk krn kelebihan uang, Orang kampung mabuk beli minuman patungan
- Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala
- Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya
- Orang beli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah
- Ijazah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di cibubur
- Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk Mc Donald
- Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan.
- Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp
- 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja
- Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara tembang kenangan.
- Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor
- Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar
- Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan
- Agar kelihatan inklusif mk hrs bisa menggandeng siapa saja, kl perlu jin tomang jg digandeng

Yang
lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka
harus bisa tampil keren. Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu
dirinya kere.

*) Penulis adalah Putra Indonesia Asli, kini
bertempat tinggal di Paris, Perancis dan bekerja sebagai Pembawa Acara
di salah satu stasiun di Perancis.

konyol
Advance Newbie
Advance Newbie

Gender:MaleCancerBuffalo
Posts : 138
Joined : 18 Apr 2008
Age : 23

Back to top Go down

Re: Pengguna Ponsel Di Dunia Mencapai 3.3 Miliar

Post by liliem on Tue Jul 29, 2008 7:30 am

baca-nya bingung nangis


lupa bawa kacamuka Crying or Very sad

liliem
Hard Learned Newbie
Hard Learned Newbie

Gender:FemaleCancerCat
Posts : 86
Joined : 21 Apr 2008
Age : 21
Location : dimana adanya
Humor : entah
Mig33 Username : liliem

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


Post new topic   Reply to topic
Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum